Pelaksanaan Solar B20

Pelaksanaan Solar B20 – JAKARTA. Mandatori pencampuran biodiesel dengan solar 20% (B20) resmi berlaku besok, 1 September 2018. Para pemilik kendaraan harus bersiap dengan kewajiban ini Namun, hingga Kamis kemarin, belum semua perusahaan pemasok dan penyalur bahan bakar minyak nabati jenis biodiesel meneken kontrak dengan pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Master Parulian Tumanggor mengatakan, Aprobi terus mendorong semua perusahaan yang terlibat dalam program ini segera meneken kontrak. “Bila mereka menunda meneken kontrak Jumat (31/8), izin impor BBM mereka dicabut pemerintah,” ujarnya, kemarin. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 11 Bahan Usaha (BU) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan 19 badan usaha Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk melakukan pengadaan B20. Namun hingga kini baru dua badan usaha BBM yang meneken kontrak. Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Biofuel Paulus Tjakrawan menambahkan, salah satu perusahaan yang sudah meneken kontrak: PT Petro Andalan Nusantara. Menurutnya, kendala yang dihadapi perusahaan yang belum meneken kontrak terkait administrasi dan revisi kontrak.

“Badan usaha BBM dengan BU BBN butuhkan pengacara dan waktu,” ucapnya. Menurut Paulus, agar program B20 ini berjalan lancar tanpa kendala dalam pendistribusian, perusahaan penyedia biodiesel minta diprioritaskan dalam proses distribusi. Untuk itu, pertemuan dengan pihak terkait seperti Direktorat Bea dan Cukai, PT Pelindo dan PT ASDP Indonesia Ferry diadakan. Dalam pertemuan itu, Aprobi minta agar kargo kapal berisi bahan fatty acid methyl ester (FAME) biodiesel dianggap setara dengan bahan bakar. Sehingga kargo tersebut diprioritaskan. Selama ini, kargo Fame kerap terkendala antrean kapal masuk. Aprobi juga minta agar kegiatan bongkar muat tanpa harus keluar dari pelabuhan lagi. “Masalahnya bukan di dwelling time, tapi urutan masuk antre ke pelabuhan, jadi kami minta diantisipasi, agar disamakan dengan bahan bakar,” imbuhnya. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, pihaknya siap mengimplementasikan program B20. Untuk masalah teknis kesiapan mesin kendaraan Agen Pemegang Merek (APM) siap melakukan penyesuaian. Apalagi, “Sejauh ini tidak ada keluhan realisasi program B20 dari anggota,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *