Selamat Datang Modal Cina Bagian 2

Mereka hendak melihat potensi alam Aceh yang dapat digarap. ”Tampaknya mereka tertarik pada potensi pertanian, perikanan, dan hutan di Aceh,” kata Husein A. Bakar, Kepala Bidang Perencanaan dan Promosi Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Aceh. Kunjungan para pejabat Provinsi Guangdong itu berawal dari pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle di Kuala Lumpur dan Bangkok. Dalam pertemuan itu, Indonesia antara lain memperkenalkan potensi wilayah Aceh.

Rupanya, itu terdengar pihak Republik Rakyat Cina. Sebelumnya, April 1991, rombongan Wali Kota Guangzhou, Lei Yu, datang ke Samarinda. Mereka menjajaki kemungkinan membangun pabrik semen di sana. Pemerintah Guangdong siap membangun pabrik semen dengan kapasitas 350 ribu per tahun. Dana US$ 6 juta sudah terkumpul di Guangzhou. Namun proyek itu gagal. Alasan yang sampai ke Guangdong: pabrik semen itu terlalu kecil. Pemerintah daerah setempat baru setuju jika kapasitas pabrik mencapai sejuta ton setahun. ”Kalau kapasitasnya besar, kami tak berani,” ujar sumber Tempo di Guangzhou.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *