Segmen Pasar Anak Jadi Bidikan Utama dengan Bantuan Jasa SEO Semarang

Segmen Pasar Anak Jadi Bidikan Utama dengan Bantuan Jasa SEO Semarang. Eli Darniati Kasmur, S.TP, pengusaha cokelat di Bogor, Jawa Barat, melakukan terobosan untuk usahanya. Wanita yang akrab dipanggil Eli ini melakukan inovasi cita rasa dan strategi marketing. Usaha di awali pada 2005, ketika Eli masih berprofesi sebagai guru. “Saya merasa terinspirasi oleh sebuah artikel Alia Chocolate di sebuah media massa yang menguraikan peluang bisnis cokelat. Dalam benak saya saat itu, saya harus bisa membuat inovasi cokelat yang berbeda,” tutur Ibu 37 tahun itu. Kemudian, Eli memulai usahanya dengan mencari berbagai informasi seputar bisnis cokelat. Wanita berkerudung ini keluar-masuk pasar untuk berburu bahan baku.

“Awalnya saya belum memiliki jaringan suplier cokelat. Saya masih membeli eceran cokelat dari Pasar Anyar di Bogor,” katanya. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang ditekuni kian besar dan banyak dikenal orang. Supplier pun mulai mengenalnya. “Modal saya sudah cukup untuk membeli cokelat dari supplier. Mereka umumnya memberlakukan jumlah minimal pemesanan,” tutur Eli. Upaya lain yang dilakukan, Eli juga ke sana-sini mencari literatur cara membuat cokelat yang enak dan berkualitas. “Bukubuku saya baca, saya juga mencari literatur dari internet. Semuanya kemudian saya padupadankan dan praktikkan,” paparnya.

Cokelat hasil buatannya dipasarkan kepada orang-orang dekatnya. Tak disangka, pesanan mulai banyak berdatangan. Kondisi itu memaksa Eli merekrut tenaga untuk membantu memproduksi cokelat.”Sedikit demi sedikit saya mulai memberanikan fokus di usaha ini. Akhirnya saya memutuskan mengakhiri profesi saya sebagai guru,” kata wanita enerjik ini. Empat tahun kemudian, suami Eli pun menyusul keluar dari pekerjaannya dan memilih menekuni bisnis cokelat itu berdua. Untuk memulai bisnis cokelat itu, ia mengaku tidak menggunakan modal besar.

“Saat itu modal saya hanya Rp 1,5 juta. Saya memanfaatkan peralatan rumah tangga yang sudah saya miliki sebagai sarana usaha saya,” kata Eli. Secara bertahap, modal yang dimiliki semakin bertambah. Modal itu berasal dari hasil usaha. “Sebagian saya alokasikan untuk melengkapi peralatan, sebagian lagi saya manfaatkan untuk menambah kapasitas produksi,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *