Category Archives: Uncategorized

X-Men Muda Vs Mutan Tertua

X-Men Muda Vs Mutan Tertua

KEBANGKITAN itu akhirnya terjadi. Setelah mantra sekelompok pemuja En Sabah Nur dirapalkan di lubang reruntuhan piramida di Mesir, sebuah kekuatan menjalari relief di dinding dan batu. Kekuatan itu melontarkan lagi kekuatan masa lalu dalam sebuah gempa yang menakutkan. Kekuatan dari abad 3600 SM. Itulah energi mutan pertama, Apocalypse (Oscar Isaac), yang terkubur dalam piramida raksasa karena gagal dalam melaksanakan upacara ribuan tahun lalu.

Tanda-tanda alam itu dirasakan oleh khalayak, meski mereka tak tahu apa yang terjadi. Salah satunya agen CIA, Moira MacTaggert, si pencari mutan. Namun tanda itu menjadi sesuatu yang sangat mencekam bagi Jean Grey (Sophie Turner), yang mempunyai kemampuan telepati. Dalam tidurnya di sekolah Profesor Charles Xavier (James McAvoy)—sekolah yang mempelajari dunia mutan—dia melihat sesuatu yang mengerikan. ”Sebuah kekuatan gelap akan bangkit untuk membuat kehancuran,” ujarnya ketakutan ketika dibangunkan Xavier. Inilah babak cerita X-Men: Apocalypse. Kisah mandiri dari dua kisah X-Men sebelumnya, X-Men First Class (2011) dan X-Men: Days of Future Past.

Kali ini tugas para XMen muda menggagalkan impian En Sabah Nur, mutan pertama yang pada 1980- an ingin menguasai bumi. Tak lama dari kebangkitan Apocalypse, sutradara Bryan Singer menjejalkan kelahiran kembali tokoh X-Men seperti Cyclops, Nightcrawler, Storm, dan Psylocke, dengan alur yang agak berlompatan. Ada Nightcrawler, mutan biru berekor yang religius dan punya kemampuan menghilang. Tak lupa, Singer juga memperkenalkan Peter Maximoff si Quicksilver (Evan Peters). Dia adalah pemuda tengil yang hidup di bawah tanah bersama ibunya dan memiliki hobi bermain game Pac-Man serta menonton film Knight Rider.

Seiring dengan kebangkitannya, ApocaYOUTUBE lypse mencari tim demi misi mewujudkan Pertempuran mutan dengan latar Perang Dingin. Berjejalan karakter tokoh. dunia baru. Situasi politik saat itu diperjelas dengan tayangan Presiden Ronald Reagan. Dia merekrut Angel, si mutan bersayap yang suka minum di klub petarung di Berlin, Psylocke yang bekerja pada makelar mutan Caliban, dan si perkasa MagnetoErik Lehnsser, yang berkutat dengan luka batinnya dan mencoba hidup normal bersama istri dan putri kecilnya di Polandia.

Singer mencoba mencocokkan dan menggabungkan tokoh-tokoh dari era yang berbeda. Singer menjaga filmnya dengan efek yang hebat dan taktik menghadirkan aktor-aktor yang populer dalam film sebelumnya, seperti Jennifer Lawrence, Michael Fassbender, dan nomine Oscar, Oscar Isaac. Singer menghadirkan pendatang baru Sophie Turner yang bersinar sebagai Jean Grey. Aktingnya patut dipuji ketika dengan kemampuan telepatinya melihat kehancuran dunia. Juga adegan pertempurannya dengan Wolverine (Hugh Jackman). Walau hanya sekilas, adegan belakangan ini seperti pengobat rindu pencinta Marvel.

Adegan yang menarik adalah tatkala Singer memperlihatkan kemampuan Quicksilver melambatkan waktu saat menolong murid sekolah Xavier. Tingkahnya kocak diiringi lagu Metallica. Pertarungan Xavier dalam kapasitasnya sebagai ilmuwan di dunia mutan dan manusia diberi porsi cukup besar oleh Singer. Film ini menawarkan hiburan mengisi waktu luang Anda. Cuma, jangan bingung. Begitu banyak karakter dan drama yang dimunculkan. Akibatnya, alur kurang mulus.

Website : kota-bunga.net

CIPIKA-CIPIKI DUA SETERU

CIPIKA-CIPIKI DUA SETERU

DI tengah jeda sidang Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar pada Senin pekan lalu, Yorrys Raweyai ”mengungsi” ke salah satu ruangan Bali Nusa Dua Convention Center. Dia menyalakan rokok sembari menikmati secangkir kopi. Saat berbincang dengan sejumlah koleganya, telepon Yorrys berdering. Di layar terpampang nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Yorrys menunggu sejenak karena sang lawan bicara di seberang masih berbincang dengan orang lain. Yorrys menyimak ucapan Luhut dengan khidmat. ”Kalau begitu, saya segera eksekusi,” kata Yorrys.

Dia hanya mengedipkan mata ketika Tempo menanyakan isi perbincangan keduanya. Munaslub telah menetapkan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar 2016-2019. Sejak awal, Luhut Pandjaitan aktif bergerilya menggalang dukungan untuk Setya. Kubu ini sejak awal ngotot pemilihan ketua umum dilakukan lewat voting terbuka. Sikap ini menyengat tujuh ketua umum lainnya. Mereka menolak model pemilihan ini. Menyadari Setya dikepung rivalnya, Luhut memanggil dua calon ketua umum, Priyo Budi Santoso dan Indra Bambang Utoyo, ke Mulia Resort and Spa, tempatnya menginap. Sebelum menjumpai Indra dan Priyo, Luhut mengadakan rapat dengan Setya di Table 8 Mulia Resort and Spa. Kehadirannya di Bali karena sedang memantau Munaslub Golkar. Indra menuturkan, Luhut menanyakan sikapnya menolak voting terbuka.

”Janganlah kau buat gaduh segala macam, ikutan berulah,” kata Indra menirukan Luhut. Luhut mengakui memanggil Indra Bambang Utoyo. Menurut Luhut, dia hanya menanyakan soal mekanisme pemilihan secara terbuka atau tertutup. ”Tidak meminta dukungan,” katanya. Lawan Setya bukannya tak menggalang kekuatan. Sabtu dua pekan lalu, Syahrul Yasin Limpo bertemu dengan Ade Komarudin di Hotel Westin. Salah satu opsi yang dibahas adalah koalisi dengan mengalihkan suara Golkar se-Sulawesi Selatan untuk Ade. Namun keduanya gagal menemukan kesepakatan.

Syahrul membenarkan pertemuan ini. ”Ya, saya ketemu dengan semua calon,” kata Gubernur Sulawesi Selatan ini. Dikeroyok dari berbagai sisi, kubu Setya intens berkonsolidasi. Pada Ahad dinihari, para pendukungnya berkumpul di Kondotel Pecatu Graha. Mereka menyusun strategi agar pemilihan dilakukan secara terbuka. Keesokan harinya mereka kembali berkumpul di Hotel Grand Hyatt. Tujuannya agar saat pandangan umum, pemilik suara menyuarakan dukungan terbuka untuk Setya. Seorang anggota tim sukses Setya menuturkan, konsolidasi ini tak gratis. Tim Setya menyiapkan duit Rp 3 miliar per DPD Golkar provinsi dan Rp 300 juta tingkat kabupaten/kota. Ketua Golkar Sulawesi Tenggara Ridwan Bae membenarkan adanya pertemuan ini.

Sedangkan seorang anggota tim sukses Setya, Roem Kono, membantah ada bagi-bagi uang. ”Itu fitnah.” Lobi dan guyuran duit terbukti moncer. Ade Komarudin sempat unggul pada tujuh suara pertama. Namun Setya melesat meninggalkan semua kompetitornya sejak suara ke-15. Secara keseluruhan, Setya memperoleh 277 suara, sedangkan Ade 173 suara. Secara persentase, keduanya berhak melaju ke putaran berikutnya. Saat dipersilakan berbicara oleh pemimpin sidang Nurdin Halid, Ade menyampaikan pidato mengejutkan, mengundurkan diri dari pencalonan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini beralasan usianya masih 50 tahun, sedangkan Setya sudah 60 tahun. ”Masih ada kesempatan untuk saya,” kata Ade. Pernyataan ini disambut gegap-gempita oleh peserta Munaslub. Ade dan Setya kemudian bersalaman dan cipika-cipiki. Pagi itu, di Nusa Dua, mata Setya berkaca-kaca karena bahagia.

Udang Menjadi Pilihan Orang Berdagang Sekarang

Udang Menjadi Pilihan Orang Berdagang Sekarang

kapi dengan satu unit Nucleus Center (NC) dan enam unit MC. Setiap unit NC terdiri dari 8 bak kapasitas 30 m3 . NC merupakan instalasi produksi nauplius hingga menjadi benih. NC dibagi menjadi blok-blok. Satu blok terdiri dari 8 bak yang dipecah lagi menjadi bak adaptasi untuk menampung calon induk yang baru datang selama satu minggu, bak pemijahan, bak penampung telur, dan bak larva.

Blok berikutnya merupakan blok pemeliharaan larva. Ada 8 bak dengan ukuran sama berkapasitas 60 ribu ekor. Terbagi menjadi bak-bak naupli (telur yang baru menetas), zoea (jalannya sudah ke depan dan memiliki ekor), mysis, dan Post Larva (PL) 1 (umur 30 hari). Selain itu, pada unit NC terdapat laboratorium (ruang kultur) produksi plankton, bak-bak intermediet (bak yang menampung plankton baru dari ruang kultur/lab), bak massal (bak yang menampung plankton yang sudah siap digunakan untuk pakan naupli, zoea, mysis, dan PL). Sementara itu, MC merupakan instalasi perbesaran benih yang dihasilkan dari NC. Dari 6 MC, baru tiga MC yang dioperasikan, sisanya sedang direnovasi. Satu unit MC terdiri dari 8 bak ukuran 30 m3 dan 8 bak ukuran 60m3 .

Dengan ketinggian air rata-rata 60-70 cm satu MC menghasilkan 10 ribu calon induk. Terdapat juga sumptank, yaitu saluran buangan yang berada di bawah bak. Diseminasi Produksi Untuk memasyarakatkan induk vana me, Joko menjelaskan, pada 2015 dilakukan kegiatan diseminasi produksi benih udang vaname di Kabupaten Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah) dan produksi tokolan vaname di Sumbawa (Nusa Tenggara Barat). Tujuannya untuk mengevaluasi balai sebagai insti tusi penyedia induk vaname berkualitas agar terus berinovasi memperbaiki mutu genetik. Ditanya mengenai strategi pe ningkatan kualitas genetik, Suastika mengatakan, “Ke depan, tantangan kita makin kompleks.

Dari enam MC yang kita punya, satu MC harus menghasilkan 10 ribu per tahun. Yang utama, balai memerlukan ahli breeding dan ahli genetik”. Tahun ini pihaknya akan melibatkan tim ahli untuk pendampingan, menambah sumber genetik baru, memperbaiki sarana prasarana di lapangan dan memperbaiki kemampuan laboratorium dengan melakukan akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN). Selain itu, juga membangun jejaring dengan penyedia induk untuk memperoleh sumber daya genetik yang bagus, melakukan pemantauan di ma syarakat yang menggunakan induk untuk memperoleh testimoni atas induk produksi BPIU2K. Baik Joko maupun Suastika meyakini, balai tempat mereka berkiprah akan mampu memproduksi sendiri Grand Parent Stock (GPS) sehingga Indonesia tidak akan lagi tergantung pada induk vaname impor.

“Yang diperlukan adalah skill untuk menghasilkan GPS yang terbaik. Dari SDM sesungguhnya kita mampu, tetapi harus diakui bidang pemuliaan memang memerlukan pendanaan yang besar,” pungkas Suastika.

Website : kota-bunga.net

Menyambangi “Base Camp” Vaname Nusantara

Menyambangi “Base Camp” Vaname Nusantara

Kondisi bisnis udang nasional yang tengah bergairah me micu permintaan akan benur. Namun sayang, sejauh ini mayoritas pela ku usaha hatchery masih mengandalkan induk vaname impor untuk memproduksi benur. Kementerian Ke lautan dan Perikanan (KKP) berupaya menurunkan impor induk secara bertahap dengan membangun Balai Produk si Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) di Desa Bugbug, Kec. Karangasem, Kab. Karangasem, Bali. AGRINA sempat menyambangi balai tersebut.

Vaname Unggul BPIU2K berlokasi di pinggir pantai diapit dua bukit dan berada di kawasan budidaya dengan sumber air laut dalam yang bagus. Kondisi ini, menurut Joko Sumarwan, Kasi Pengendali Mutu dan Pengelolaan Produksi BPIU2K, memungkinkan kualitas induk yang dihasilkan bebas virus penyakit berbahaya (Specific Pathogen FreeSPF), seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV), Infectious Hypodermal Haema topoietic Necrotic Virus, Taura Syn drome Virus (TSV), dan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV). IBM Suastika Jaya menuturkan, balai yang dires mi kan Presiden ini dibangun untuk menjadi instansi pemasok induk unggul, sebagai pusat informasi induk udang dan kekerangan, serta penyedia laboratorium uji.

Pasokan induk dari lokas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kesejahte ra an pembudidaya udang. Mantan Kepala BPIU2K tersebut mempromosikan, induk vaname yang dihasilkan di sana memiliki beberapa keunggulan. Adaptif terhadap alam Indonesia merupakan poin utama meng ingat kondisi geografis negara kita yang berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah lainnya. “BPIU2K ini mengkhususkan diri sebagai balai yang mampu menghasilkan benih adaptif terhadap alam Indonesia,” katanya. Ciri-ciri induk unggul, yaitu daya reproduksi tinggi, pertumbuhan standar, kebal terhadap berbagai jenis penyakit. “Induk yang dihasilkan balai cen derung lebih tahan terhadap sejum lah jenis penyakit,” imbuhnya.

Keunggulan lain dari induk vaname produksi BPIU2K ini, lanjut alumnus Jurusan Perikanan, Fakultas Perta nian UGM tersebut, adalah memiliki fekun ditas sekitar 150 ribu telur dengan daya tetas 80% dan angka kelangsungan hidup (SR) pada pemeliharaan larva mencapai 30%. Saat ini sepasang induk vaname nusantara dibandrol Rp40 ribu (betina Rp25 ribu dan jantan Rp15 ribu per ekor). Lebih lanjut Suastika menjelaskan, pada 2015 BPIU2K mampu memproduksi induk sebanyak 42.120 ekor.

Sebagian induk didistribusikan ke Bali, Jawa Tengah (40%), Jawa Timur (40%), Jawa Barat, serta Sulawesi Selatan. “Tahun ini, sesuai kontrak yang telah ditandatangani, produksi induk sebanyak 55 ribu ekor. Kami targetkan sampai 60 ribu dengan asumsi per unit Multiplication Center (MC) menghasilkan 10 ribu ekor,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Kepala Balai Budidaya Air Tatelu, Minahasa, ini. Target itu memang masih jauh jika disandingkan dengan kebutuhan induk nasional yang mencapai 700 ribuan ekor per tahun. Namun begitu, pihaknya berupaya semaksimal mungkin menggenjot produksi induk.