Category Archives: Parenting

Ketika Si Kecil Batuk Bag2

Oleh: Gazali Solahu BATUK TAK PERLU OBAT “Setiap kali anak batuk, saya tidak pernah memberikannya obat. Dokter-dokter di Amerika saja tidak merekomendasikan orangtua mem berikan obat batuk pilek pada anak di bawah usia 4 tahun. Sebenarnya, kalau si kecil sakit tidak harus selalu diberi obat, karena obat hanya meredakan gejala dari penyakit, bukan menghapus penyakit. Karena itu, saat anak batuk, yang penting cukupi cairannya, maksudnya beri banyak minum ka rena cairan mengencerkan dahak. Kemudian, membuatnya nyaman, posisi kepala agak tegak saat tidur atau ditengkurapkan, dan jaga suhu kamar jangan terlalu dingin.” Sri Rahmadani Siregar, mama dari Daffa Ihsanul Hafiz Nst (9 bulan)

Camilan Kaya Serat

Banyak penelitian membuktikan, serat dalam makanan berperan penting melancarkan pencernaan, mencegah kanker usus besar dan infeksi usus buntu, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah, serta membantu mengurangi terjadinya obesitas dan penyakit jantung. Wah, pas banget buat Mama yang sedang hamil agar kesehatannya tetap terjaga baik.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Fruty Stupy

UNTUK 4 PORSI NILAI GIZI PER PORSI: ENERGI = 145 Kal PROTEIN: 0,8 g z LEMAK: 0,2 g z KARBOHIDRAT: 37,4 g

BAHAN: 2 apel merah, potong juring 2 pir hijau, potong melintang 1 bh jambu kristal, potong juring 10 bh stroberi, biarkan utuh 1 bh jeruk sunkist, kupas, potong 4 bagian 500 ml air 300 g gula pasir 1 sdm adas manis 2 btg kayu manis 6 biji cengkih 2 lbr daun pandan 2 lbr daun jeruk purut ½ sdt garam

CARA MEMBUAT: ? Campur air dengan gula pasir, adas manis, kayu manis, cengkih, daun pandan, daun jeruk purut, dan garam. Rebus hingga mendidih. Angkat dan saring. ? Jerang kembali di atas api kecil, kemudian masukkan potongan buah-buahan. Biarkan bumbu meresap. Angkat dan dinginkan. ? Sajikan setup buah-buahan dengan es batu.

Puding Cereal

UNTUK 6 PORSI NILAI GIZI PER PORSI: ENERGI = 243 Kal PROTEIN: 7,5 g z LEMAK: 4,5 g z KARBOHIDRAT: 44,2 g

BAHAN: 100 g oat 350 ml susu krim 5 btr telur ayam 100 g gula pasir Garam secukupnya 50 g tepung terigu 100 g kismis, taburi sedikit tepung terigu 25 g margarin untuk mengoles CARA MEMBUAT: ? Campur oat dengan susu, aduk rata, sisihkan. ? Kocok telur dengan gula pasir dan garam hingga putih dan mengental. ? Masukkan tepung terigu sambil dikocok. ? Masukkan kismis yang sudah dibalut tepung terigu, aduk rata. ? Tuangkan adonan pada loyang yang sudah beroles margarin dan bertabur tepung. Kukus sampai matang. Angkat dan biarkan dingin. Simpan dalam lemari pendingin dan potong-potong sewaktu akan disajikan. ? Sajikan dingin.

 

 

Pilah Pilih Minuman

Selain susu dan air putih, masih ada beberapa cairan lain yang boleh dikonsumsi oleh Mama menyusui. Di sisi lain, ada pula yang harus dibatasi atau malah sama sekali tak boleh dikonsumsi.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

JENIS CAIRAN dan BATASAN JUMLAH

AIR KELAPA Tidak dibatasi, dengan syarat berasal dari kelapa segar (baik kelapa muda ataupun kelapa hijau), bukan dalam bentuk kemasan yang telah ditambah gula. Air kelapa mengandung elektrolit yang bisa mencukupi kebutuhan cairan layaknya air putih, disamping mengandung gula buah alami yang bisa menambah energi untuk Mama. Karena telah mengandung gula, sebaiknya hindari memberi gula tambahan ataupun mengonsumsi air kelapa kemasan yang telah diberi pemanis buatan. Kandungan gula yang tinggi bisa memicu kenaikan berat badan yang berlebih pada Mama.

KOPI Dibatasi, secangkir sehari. Sebaiknya campur kopi dengan susu untuk mengurangi efek kopi. Tak ditemukan kandungan kafein pada ASI seorang mama yang gemar meminum secangkir kopi di pagi hari, paling banyak hanya 1%. Namun, dalam dosis tertentu, misal, Mama minum lebih dari tiga gelas sehari, kemungkinan bisa memberi efek pada Mama dan bayi. Efek bagi Mama ialah deuretik, yakni jadi lebih sering pipis sehingga cairan tubuh yang terbuang jadi lebih banyak. Sedangkan efek bagi bayi, terutama bayi usia kurang dari 6 bulan, ada kemungkinan mengganggu pencernaan bayi, membuatnya lebih mudah terbangun, dan sulit tidur.

TEH Dibatasi, segelas sehari. Hindari mengonsumsi teh sehabis makan. Walau kandungan kafein pada teh tak sebesar kopi, namun teh bisa mengganggu penyerapan zat besi oleh pencernaan Mama. Zat besi dibutuhkan oleh Mama untuk mencegah anemia, sehingga bisa membantu mempertahankan tingkat energi.

COKELAT Dibatasi, secangkir sehari. Terlebih untuk minuman cokelat manis. Efeknya lebih ke peningkatan berat badan Mama.

JUS BUAH & SAYURAN ASLI Bila tanpa gula, tak ada batasan. Bila ditambah gula, cukup 1 porsi per hari. Sayuran dan buah mengandung nutrisi, vitamin dan mineral yang menunjang kesehatan Mama sehingga mampu memproduksi ASI yang berkualitas. Semakin variatif makanan yang Mama konsumsi, semakin kaya kandungan ASI. ASI yang berkualitas bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, disamping mendukung pertumbuhan yang optimal.

Sumber : pascal-edu.com

Perkaya Petualangan Rasa

sat-jakarta.com – Makanan sehat bukan cuma soal berapa banyak zat gizi yang terkandung di dalamnya. Meski sebagian besar makanan sehat itu belum digemari anak, asal diiringi dengan kesabaran dan menawarkannya secara teratur, lambat laun anak juga akan menyukainya. Ingat saja bagaimana kita dulu juga kurang suka sayur atau buah.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Seiring bertambahnya usia (plus usaha dari orangtua yang tanpa lelah mendorong kita makan sayur/buah), lidah kita pun mulai mau mencicipi beragam sayur/ buah, bahkan mulai beradaptasi dengan beragam jenis makanan. Terlebih lagi kesadaran hidup sehat juga sudah terbangun. Nah, sekarang bagaimana menerapkan hal tersebut pada anak lewat variasi menu dan penyajian. Pertama, jangan ragu mengajak anak menikmati beragam kuliner. Mulai kuliner tradisional sampai kuliner mancanegara, dari tempat makan kaki lima hingga restoran bintang lima.

Semakin beraneka ragam makanan yang dicoba dan dikenal anak, akan menjadikan anak lebih mudah dalam beradaptasi di mana pun ia berada. Kedua, tanamkan pentingnya aktivitas makan. Tentu dimulai dari Mama Papa sebagai role model. Bantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang. Libatkan anak dalam pemilihan bahan makanan hingga proses pembuatannya, sesuai usia dan kemampuan anak. Dengan ikut terlibat, anak belajar memberi makan dirinya sendiri, juga memperkaya indra perasanya dengan ragam makanan yang sehat dan bergizi.

Ingin tes alergi

Dokter rifan yang baik. Anak saya (18 bulan, tb/bb = 11,5 kg/81 cm) sepertinya kalau batuk selalu seperti asma, berdahak dan sering kambuh. Sudah saya bawa ke dokter, katanya cuma batuk biasa. Saya curiga anak saya alergi, tapi saya tidak tahu alerginya karena apa. Perlukah saya memeriksakan khusus untuk mencari tahu alerginya ini, dok? Mohon jawaban dokter rifan. Terima kasih. Tetty mardiana – lampung.

Batuk yang sering berulang pada anak dapat disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya adalah akibat infeksi saluran napas akut (ISPA) yang berulang (misalkan ada beberapa anggota keluarga yang tinggal bersama menderita ISPA dalam satu waktu yang relatif bersamaan/bergantian), infeksi tuberkulosis/TB (bila disertai dengan penurunan nafsu makan dan berat badan, demam terus-menerus lebih dari 2 minggu, batuk lebih dari 3 minggu, ada riwayat kontak dengan penderita TB dewasa), atau alergi.

Bila karena alergi, maka perlu dicari pencetusnya seperti paparan asap rokok, obat nyamuk, karpet/debu, bulu hewan peliharaan dan sebagainya. Untuk saat ini yang paling penting adalah menghindari kemungkinan penyebab batuk si kecil dan tidak selalu perlu pemeriksaan khusus untuk mencari tahu penyebab alerginya.